Selasa, 10 April 2012

Lampu Wasiat


Kata Pengantar


Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala limpahan Rahmat dan kasihNya sehingga saya dapat menyelesaikan penyusunan cerita tentang Legenda Lampu Wasiat.
Harapan saya semoga cerita ini membantu menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca


                                Tiga Dolok, 10 April 2012


Penulis






DAFTAR ISI

     1.    KATA PENGANTAR    ……………………………….………………………… 1
     2.  DAFTAR ISI………………………………………………………………………. 2
     3.   ISI LEGENDA…………………………………………………………………….. 3
  
Aladin Dan Lampu Wasiat
Aladin & Lampu Ajaib

Dahulu kala, di kota Persia, seorang Ibu tinggal dengan anak laki-lakinya yang bernama Aladin. Suatu hari datanglah seorang laki-laki mendekati Aladin yang sedang bermain. Kemudian laki-laki itu mengakui Aladin sebagai keponakannya. Laki-laki itu mengajak Aladin pergi ke luar kota dengan seizin ibu Aladin untuk membantunya. Jalan yang ditempuh sangat jauh. Aladin mengeluh kecapaian kepada pamannya tetapi ia malah dibentak dan disuruh untuk mencari kayu bakar, kalau tidak mau Aladin akan dibunuhnya. Aladin akhirnya sadar bahwa laki-laki itu bukan pamannya melainkan seorang penyihir. Laki-laki penyihir itu kemudian menyalakan api dengan kayu bakar dan mulai mengucapkan mantera. “Kraak…” tiba-tiba tanah menjadi berlubang seperti gua.
Dalam lubang gua itu terdapat tangga sampai ke dasarnya. “Ayo turun! Ambilkan aku lampu antik di dasar gua itu”, seru si penyihir. “Tidak, aku takut turun ke sana”, jawab Aladin. Penyihir itu kemudian mengeluarkan sebuah cincin dan memberikannya kepada Aladin. “Ini adalah cincin ajaib, cincin ini akan melindungimu”, kata si penyihir. Akhirnya Aladin menuruni tangga itu dengan perasaan takut. Setelah sampai di dasar ia menemukan pohon-pohon berbuah permata. Setelah buah permata dan lampu yang ada di situ dibawanya, ia segera menaiki tangga kembali. Tetapi, pintu lubang sudah tertutup sebagian. “Cepat berikan lampunya !”, seru penyihir. “Tidak ! Lampu ini akan kuberikan setelah aku keluar”, jawab Aladin. Setelah berdebat, si penyihir menjadi tidak sabar dan akhirnya “Brak!” pintu lubang ditutup oleh si penyihir lalu meninggalkan Aladin terkurung di dalam lubang bawah tanah. Aladin menjadi sedih, dan duduk termenung. “Aku lapar, Aku ingin bertemu ibu, Tuhan, tolonglah aku !”, ucap Aladin.
Aladin merapatkan kedua tangannya dan mengusap jari-jarinya. Tiba-tiba, sekelilingnya menjadi merah dan asap membumbung. Bersamaan dengan itu muncul seorang raksasa. Aladin sangat ketakutan. “Maafkan saya, karena telah mengagetkan Tuan”, saya adalah peri cincin kata raksasa itu. “Oh, kalau begitu bawalah aku pulang kerumah.” “Baik Tuan, naiklah kepunggungku, kita akan segera pergi dari sini”, ujar peri cincin. Dalam waktu singkat, Aladin sudah sampai di depan rumahnya. “Kalau tuan memerlukan saya panggillah dengan menggosok cincin Tuan.”
Aladin menceritakan semua hal yang di alaminya kepada ibunya. “Mengapa penyihir itu menginginkan lampu kotor ini ya ?”, kata Ibu sambil menggosok membersihkan lampu itu. “Syut !” Tiba-tiba asap membumbung dan muncul seorang raksasa peri lampu. “Sebutkanlah perintah Nyonya”, kata si peri lampu. Aladin yang sudah pernah mengalami hal seperti ini memberi perintah,”kami lapar, tolong siapkan makanan untuk kami”. Dalam waktu singkat peri Lampu membawa makanan yang lezat-lezat kemudian menyuguhkannya. “Jika ada yang diinginkan lagi, panggil saja saya dengan menggosok lampu itu”, kata si peri lampu.
Demikian hari, bulan, tahunpun berganti, Aladin hidup bahagia dengan ibunya. Aladin sekarang sudah menjadi seorang pemuda. Suatu hari lewat seorang Putri Raja di depan rumahnya. Ia sangat terpesona dan merasa jatuh cinta kepada Putri Cantik itu. Aladin lalu menceritakan keinginannya kepada ibunya untuk memperistri putri raja. “Tenang Aladin, Ibu akan mengusahakannya”. Ibu pergi ke istana raja dengan membawa permata-permata kepunyaan Aladin. “Baginda, ini adalah hadiah untuk Baginda dari anak laki-lakiku.” Raja amat senang. “Wah…, anakmu pasti seorang pangeran yang tampan, besok aku akan datang ke Istana kalian dengan membawa serta putriku”.

Setelah tiba di rumah Ibu segera menggosok lampu dan meminta peri lampu untuk membawakan sebuah istana. Aladin dan ibunya menunggu di atas bukit. Tak lama kemudian peri lampu datang dengan Istana megah di punggungnya. “Tuan, ini Istananya”. Esok hari sang Raja dan putrinya datang berkunjung ke Istana Aladin yang sangat megah. “Maukah engkau menjadikan anakku sebagai istrimu ?”, Tanya sang Raja. Aladin sangat gembira mendengarnya. Lalu mereka berdua melaksanakan pesta pernikahan.
Nun jauh disana, si penyihir ternyata melihat semua kejadian itu melalui bola kristalnya. Ia lalu pergi ke tempat Aladin dan pura-pura menjadi seorang penjual lampu di depan Istana Aladin. Ia berteriak-teriak, “tukarkan lampu lama anda dengan lampu baru !”. Sang permaisuri yang melihat lampu ajaib Aladin yang usang segera keluar dan menukarkannya dengan lampu baru. Segera si penyihir menggosok lampu itu dan memerintahkan peri lampu memboyong istana beserta isinya dan istri Aladin ke rumahnya.
Ketika Aladin pulang dari berkeliling, ia sangat terkejut. Lalu memanggil peri cincin dan bertanya kepadanya apa yang telah terjadi. “Kalau begitu tolong kembalikan lagi semuanya kepadaku”, seru Aladin. “Maaf Tuan, tenaga saya tidaklah sebesar peri lampu,” ujar peri cincin. “Baik kalau begitu aku yang akan mengambilnya. Tolong Antarkan kau kesana”, seru Aladin. Sesampainya di Istana, Aladin menyelinap masuk mencari kamar tempat sang Putri dikurung. “Penyihir itu sedang tidur karena kebanyakan minum bir”, ujar sang Putri. “Baik, jangan kuatir aku akan mengambil kembali lampu ajaib itu, kita nanti akan menang”, jawab Aladin.
Aladin mengendap mendekati penyihir yang sedang tidur. Ternyata lampu ajaib menyembul dari kantungnya. Aladin kemudian mengambilnya dan segera menggosoknya. “Singkirkan penjahat ini”, seru Aladin kepada peri lampu. Penyihir terbangun, lalu menyerang Aladin. Tetapi peri lampu langsung membanting penyihir itu hingga tewas. “Terima kasih peri lampu, bawalah kami dan Istana ini kembali ke Persia”. Sesampainya di Persia Aladin hidup bahagia. Ia mempergunakan sihir dari peri lampu untuk membantu orang-orang miskin dan kesusahan.
 
Lamp Aladdin And Testament
Aladdin & the Magic Lamp
Long ago, in the town of Persia, a mother living with her son called Aladdin. One day there came a man who was playing close to Aladin. Then the man recognizes Aladdin as his nephew. The man took Aladdin out of town with the permission of Aladdin's mother to help her. The path traveled so far. Aladin complained to her uncle tired but he instead shouted at and told to look for firewood, or we'll be Aladdin kills. Aladin finally realized that the man was not her uncle but a magician. Male witch was then lit a fire with firewood and began to utter incantations. "Kraak ..." the ground suddenly become hollow like a cave.

In the cave there is a staircase hole to the bottom. "Come on down! Get me an antique lamp in the bottom of the cave, "cried the witch. "No, I'm afraid to get down to it," replied Aladdin. The witch was then issued a ring and gave it to Aladdin. "This is a magic ring, this ring will protect you", said the magician. Aladin finally down the stairs with a feeling of fear. Having reached the bottom he found a jewel fruit trees. After the fruit gems and lights are brought there, he quickly climbed the ladder again. However, the hole is partially closed door. "Quick give the lamp!", Cried witch. "No! These lights will give after I got out, "replied Aladdin. After debate, the magician became impatient and finally "Brak!" Opening the door was closed by the magician and Aladdin left trapped in an underground pit. Aladdin becomes sad, and sat pensive. "I'm hungry, I want to meet her, Lord, help me!", Said Aladdin.


Aladdin rubbed his hands and pressed his fingers. Suddenly, around a red and billowing smoke. Along with that came a giant. Aladdin was so scared. "Forgive me, because it has been surprising sir", I was a fairy ring giant said it. "Oh, then take me to come home." "Good sir, take kepunggungku, we will get out of here", said the fairy ring. In a short time, Aladdin had reached the front of his house. "If I call upon the lord require rubbing the ring master."


Aladdin told him all things in the natural to the mother. "Why did the witch wanted the lights are so dirty?", She said, rubbing the lamp to clean it. "Syut!" Suddenly a lot of smoke and lights up a giant elf. "List the command Madame", said the fairy lamps. Aladin who have never experienced anything like this to give orders, "we are hungry, help prepare food for us". In a short time fairy lights bring a delicious, delicious food and menyuguhkannya. "If anyone wants more, just call me by rubbing the lamp," said the fairy lamps.

Similarly, day, month, tahunpun changed, Aladin living happily with his mother. Aladin has now become a young man. One day a princess passing in front of his house. He was very fascinated and fell in love with it's Beautiful Daughter. Aladdin and his desire for his mother to marry a princess. "Quiet Aladdin, I'll working on". Mother went to the palace of the king to bring the jewels belonging to Aladin. "Sire, this is a gift to the king of my son." The King was very pleased. "Well ... your son must be a handsome prince, tomorrow I will come to you with a palace and my daughter".

Upon arriving home she immediately rub the lamp and asked for the lights to bring a fairy palace. Aladdin and his mother waited on the hill. Soon the fairy lights come with a magnificent palace at his back. "Sir, this palace". The next day the King and his daughter came to visit the magnificent Palace of Aladdin. "Will you make my son a wife?", Asked the King. Aladdin is very pleased to hear that. Then they both perform the wedding.

Far away, the witch turned out to see all events through a crystal ball. He then went to the Aladdin and pretend to be a salesperson in front of the Aladdin's lamp. He shouted, "change your old lights with new lights". The empress who saw Aladdin's magic lamp worn out soon and exchange it for new lights. Soon the witch rub the lamp and ordered the fairy lights and bring the castle and its contents to his wife Aladin.

When Aladdin returned from touring, he was very surprised. Then call the fairy ring and asked him what had happened. "Then please return it to me again," said Aladdin. "Excuse me sir, my energy was not as big fairy lights," said the fairy ring. "Fine then I'll get it. Deliver help you get there, "said Aladdin. Arriving at the Palace, Aladdin slipped inside to find the room where the Princess locked up. "The witch is asleep due to drinking beer," said the Princess. "Good, do not worry I'll take back the magic lamp, we will be victorious," replied Aladdin.
Aladin settles close to the sleeping witch. It turned out that magic lamp sticking out of his pocket. Aladdin then took it and rubbed it immediately. "Get rid of these criminals," said Aladdin to the fairy lamps. Witch woke up, and then attacked Aladin. But the fairy lights were immediately slammed the witches to death. "Thank you fairy lights, and we bring it back to the Persian Palace". Arriving in the Persian Aladdin happy life. He uses the magic of fairy lights to help the poor and distress.

Legenda Kota Palembang


Kata Pengantar


Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala limpahan Rahmat dan kasihNya sehingga saya dapat menyelesaikan penyusunan cerita berupa legenda “ Asal Mula nama Palembang ”.
Harapan saya semoga cerita ini membantu menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca




                                                Tiga Dolok, 10 April 2012


Penulis

DAFTAR ISI

    1.     KATA PENGANTAR      ……………………………….………………… 1
    2.    DAFTAR ISI……………………………………………………………….. 2
    3.    ISI LEGENDA……………………………………………………………… 3


Legenda Asal Mula Nama Palembang

http://photos-e.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/155935_162883100420777_140967819278972_269916_5756022_a.jpgPada zaman dahulu, daerah Sumatra Selatan dan sebagian Provinsi Jambi berupa hutan belantara yang unik dan indah. Puluhan sungai besar dan kecil yang berasal dari Bukit Barisan, pegunungan sekitar Gunung Dempo, dan Danau Ranau mengalir di wilayah itu. Maka, wilayah itu dikenal dengan nama Batanghari Sembilan. Sungai besar yang mengalir di wilayah itu di antaranya Sungai Komering, Sungai Lematang, Sungai Ogan, Sungai Rawas, dan beberapa sungai yang bermuara di Sungai Musi. Ada dua Sungai Musi yang bermuara di laut di daerah yang berdekatan, yaitu Sungai Musi yang melalui Palembang dan Sungai Musi Banyuasin agak di sebelah utara.
Karena banyak sungai besar, dataran rendah yang melingkar dari daerah Jambi, Sumatra Selatan, sampai Provinsi Lampung merupakan daerah yang banyak mempunyai danau kecil. Asal mula danau-danau kecil itu adalah rawa yang digenangi air laut saat pasang.
Sedangkan kota Palembang yang dikenal sekarang menurut sejarah adalah sebuah pulau di Sungai Melayu. Pulau kecil itu berupa bukit yang diberi nama Bukit Seguntang Mahameru.
Keunikan tempat itu selain hutan rimbanya yang lebat dan banyaknya danau-danau kecil, dan aneka bunga yang tumbuh subur, sepanjang wilayah itu dihuni oleh seorang dewi bersama dayang-dayangnya. Dewi itu disebut Putri Kahyangan. Sebenarnya, dia bernama Putri Ayu Sundari. Dewi dan dayang-dayangnya itu mendiami hutan rimba raya, lereng, dan puncak Bukit Barisan serta kepulauan yang sekarang dikenal dengan Malaysia. Mereka gemar datang ke daerah
Batang hari Sembilan untuk bercengkerama dan mandi di danau, sungai yang jernih, atau pantai yang luas, landai, dan panjang.
Karena banyaknya sungai yang bermuara ke laut, maka pada zaman itu para pelayar mudah masuk melalui sungai-sungai itu sampai ke dalam, bahkan sampai ke kaki pegunungan, yang ternyata daerah itu subur dan makmur. Maka terjadilah komunikasi antara para pedagang termasuk pedagang dari Cina dengan penduduk setempat. Daerah itu menjadi ramai oleh perdagangan antara penduduk setempat dengan pedagang. Akibatnya, dewi-dewi dari kahyangan merasa terganggu dan mencari tempat lain.
Sementara itu, orang-orang banyak datang di sekitar Sungai Musi untuk membuat rumah di sana. Karena Sumatra Selatan merupakan dataran rendah yang berawa, maka penduduknya membuat rumah yang disebut dengan rakit.
Saat itu Bukit Seguntang Mahameru menjadi pusat perhatian manusia karena tanahnya yang subur dan aneka bunga tubuh di daerah itu. Sungai Melayu tempat Bukit Seguntang Mahameru
berada juga menjadi terkenal.
 Oleh karena itu, orang yang telah bermukim di Sungai Melayu, terutama penduduk kota Palembang, sekarang menamakan diri sebagai penduduk Sungai Melayu, yang kemudian berubah menjadi penduduk Melayu.
Menurut bahasa Melayu tua, kata lembang berarti dataran rendah yang banyak digenangi air, kadang tenggelam kadang kering. Jadi, penduduk dataran tinggi yang hendak ke Palembang sering mengatakan akan ke Lembang. Begitu juga para pendatang yang masuk ke Sungai Musi mengatakan akan ke Lembang.

Alkisah ketika Putri Ayu Sundari dan pengiringnya masih berada di Bukit Seguntang Mahameru, ada sebuah kapal yang mengalami kecelakaan di pantai Sumatra Selatan. Tiga orang kakak beradik itu adalah putra raja Iskandar Zulkarnain. Mereka selamat dari kecelakaan dan terdampar di Bukit Seguntang Mahameru.
Mereka disambut Putri Ayu Sundari. Putra tertua Raja Iskandar Zulkarnain, Sang Sapurba kemudian menikah dengan Putri Ayu Sundari dan kedua saudaranya menikah dengan keluarga putri itu.
Karena Bukit Seguntang Mahameru berdiam di Sungai Melayu, maka Sang Sapurba dan istrinya mengaku sebagai orang Melayu. Anak cucu mereka kemudian berkembang dan ikut kegiatan di daerah Lembang. Nama Lembang semakin terkenal. Kemudian ketika orang hendak ke Lembang selalu mengatakan akan ke Palembang. Kata pa dalam bahasa Melayu tua menunjukkan daerah atau lokasi. Pertumbuhan ekonomi semakin ramai. Sungai Musi dan Sungai Musi Banyuasin menjadi jalur perdagangan kuat terkenal sampai ke negara lain. Nama Lembang pun berubah menjadi Palembang

Dalam sejarah lain dikisahkan kata Palembang berasal dari kata Palimbangan yang berarti aktivitas orang yang melimbang/menambang emas di sekitar Sungai Musi. Allahuma Bissawab...
http://a3.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash2/154999_162883200420767_140967819278972_269917_321675_n.jpg


Name Origin of the legend of Palembang

In ancient times, the area of ​​South Sumatra and Jambi province in the form of some unique wilderness and beautiful. Dozens of large and small rivers originating from the Bukit Barisan, the mountains around Mount Dempo, and Lake Ranau flows in the region. Thus, the region known as the Nine Batanghari. Major rivers that flow in the region include Komering River, River Lematang, Ogan River, River Rawas, and several rivers that empty into the Musi River. There are two Musi River which empties into the sea in an adjacent area, the River Musi to Palembang and the Musi River through Banyuasin somewhat to the north.

Since many major rivers, lowland areas of the circular of Jambi, South Sumatra, Lampung province to an area that has many small lakes. The origin of small lakes that are flooded marsh at high tide the sea water.

While the city of Palembang, known now by history is a river island in Malay. Small island was a hill named Bukit Seguntang Mahameru.

The uniqueness of the place other than a dense forest rimbanya and many small lakes, and many flowers that thrive throughout the region was inhabited by a goddess with her ladies-in-waiting. Goddess was called Princess Goda. Actually, she was named Princess Ayu Sundari. Goddess and her ladies-in-waiting that inhabit the jungle forests, slopes, and the peak of Bukit Barisan and the islands now known as Malaysia. They love to come to the area

Nine Batanghari to mingle and bathe in the lake, crystal clear rivers, or coastal area, ramps, and length.

Because of the large river which empties into the sea, then in those days the voyagers easily fit through the rivers to the deep, even to the foot of the mountains, which was fertile and prosperous area. Then there was communication between the traders, including traders from China with the locals. The area became crowded by locals with trading between dealers. As a result, the goddess of heaven was annoyed and look elsewhere.

Meanwhile, many people come around the River Musi to make a home there. Because South Sumatra is a swampy lowland, the inhabitants make a house called the raft.

At that time the Mount Seguntang Mahameru man in the spotlight because the land is fertile and the various interest bodies in the area. Bukit Sungai Melayu Seguntang Mahameru place is also famous.

 

Therefore, people who have lived in River Malays, especially the city of Palembang, now calling themselves the River Malay population, which then turned into a Malay population.

According to the old Malay, said hollow means that many low-lying flooded, sometimes drowning sometimes dry. Thus, the highland people who want to Palembang would often say to Lembang. So did the immigrants who entered the River Musi said it would be to Lembang.

Once when Princess Ayu Sundari and his retinue are still in Bukit Seguntang Mahameru, there is a ship that crashed on the coast of southern Sumatra. Three sisters were there * was the son of Alexander the king. They survived the crash and stranded on the Mount Seguntang Mahameru.

They welcomed daughter Sundari Ayu. Alexander the king's eldest son, the Sapurba later married Princess Ayu Sundari and her two brothers married the daughter's family.

Because living in Bukit Sungai Seguntang Mahameru Malay, then the Sapurba and his wife claimed to be Malay. Their offspring then develop and participate in local activities Lembang. Lembang name more famous. Then when people want to Lembang always said it would be to Palembang. Said an old Malay pa in the show area or location. Economic growth is increasingly crowded. River and the River Musi Banyuasin a strong trade route known to other countries. Lembang name was changed to Palembang

In another history narrated word Palembang comes from the word meaning Palimbangan activity of people who loiter / gold mine in the Musi River. Allahuma Bissawab ...

Minggu, 08 April 2012

Makalah Globalisasi

KATA PENGANTAR



Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala limpahan Rahmat dan kasihNya sehingga saya dapat menyelesaikan penyusunan cerita berupa makalah tentang “Globalisasi yang terjadi”.
Harapan saya semoga cerita ini membantu menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca




                                                Tiga Dolok, 08 April 2012


Penulis

DAFTAR ISI


     1.       KATA PENGANTAR................................................................................................................ 1
      2.       DAFTAR ISI............................................................................................................................ 2
     3.       BAB I PENDAHULUAN……………………………………………………………………….3
     4.       BAB II GLOBALISASI ………………………………………………………………………4
     5.       BAB III KESIMPULAN............................... …………………………………………………. 9
     6.       DAFTAR PUSTAKA................................................................................................................ 10

BAB I
PENDAHULUAN

Globalisasi adalah sebuah istilah yang memiliki hubungan dengan peningkatan keterkaitan dan ketergantungan antarbangsa dan antarmanusia di seluruh dunia dunia melalui perdagangan, investasi, perjalanan, budaya populer, dan bentuk-bentuk interaksi yang lain sehingga batas-batas suatu negara menjadi bias.
Dalam banyak hal, globalisasi mempunyai banyak karakteristik yang sama dengan internasionalisasi sehingga kedua istilah ini sering dipertukarkan. Sebagian pihak sering menggunakan istilah globalisasi yang dikaitkan dengan berkurangnya peran negara atau batas-batas negara.

 BAB II
GLOBALISASI

           A.    Pengertian Globalisasi

Kata "globalisasi" diambil dari kata global, yang maknanya ialah universal. Globalisasi belum memiliki definisi yang mapan, kecuali sekadar definisi kerja (working definition), sehingga tergantung dari sisi mana orang melihatnya. Ada yang memandangnya sebagai suatu proses sosial, atau proses sejarah, atau proses alamiah yang akan membawa seluruh bangsa dan negara di dunia makin terikat satu sama lain, mewujudkan satu tatanan kehidupan baru atau kesatuan ko-eksistensi dengan menyingkirkan batas-batas geografis, ekonomi dan budaya masyarakat. Dan Globalisasi juga merupakan suatu proses yang mencakup keseluruhan dalam berbagai bidang kehidupan sehingga tidak tampak lagi adanya batas-batas yang mengikat secara nyata, sehingga sulit untuk disaring atau dikontrol.
Di sisi lain, ada yang melihat globalisasi sebagai sebuah proyek yang diusung oleh negara-negara adikuasa, sehingga bisa saja orang memiliki pandangan negatif atau curiga terhadapnya. Dari sudut pandang ini, globalisasi tidak lain adalah kapitalisme dalam bentuknya yang paling mutakhir. Negara-negara yang kuat dan kaya praktis akan mengendalikan ekonomi dunia dan negara-negara kecil makin tidak berdaya karena tidak mampu bersaing. Sebab, globalisasi cenderung berpengaruh besar terhadap perekonomian dunia, bahkan berpengaruh terhadap bidang-bidang lain seperti budaya dan agama.

                B.     Konsep Globalisasi

Dibawah ini beberapa konsep globalisasi menurut para ahli adalah:
         a. Malcom Waters
Globalisasi adalah sebuah proses sosial yang berakibat bahwa pembatasan geografis pada keadaan sosial budaya menjadi kurang penting, yang terjelma didalam kesadaran orang.
        b. Alwalgus Situmorang
Globalisasi adalah jaringan kerja global secara bersamaan menyatukan masyarakat yang sebelumnya terpencar-pencar dan terisolasi kedalam saling ketergantungan dan persatuan dunia.
       c. Thomas L. Friedman
Globlisasi memiliki dimensi ideology dan teknlogi. Dimensi teknologi yaitu kapitalisme dan pasar bebas, sedangkan dimensi teknologi adalah teknologi informasi yang telah menyatukan dunia.
       d. Roy Syaffer Samosir
Globalisasi adalah pertumbuhan yang sangat cepat atas saling ketergantungan dan hubungan antara Negara-negara didunia dalam hal perdagangan dan keuangan.
       e. Leonor Briones
Demokrasi bukan hanya dalam bidang perniagaan dan ekonomi namun juga mencakup globalisasi institusi-institusi demokratis, pembangunan sosial, hak asasi manusia, dan pergerakan wanita

  1. Proses Globalisasi
Perkembangan yang paling menonjol dalam era globalisasi adalah globalisasi informasi, demikian juga dalam bidang sosial seperti gaya hidup.
Serta hal ini dapat dipicu dari adanya penunjang arus informasi global melalui siaran televise baik langsung maupun tidak langsung, dapat menimbulkan rasa simpati masyarakat namun bisa juga menimbulkan kesenjangan sosial.
Terjadinya perubahan nilai-nilai sosial pada masyarakat, sehingga memunculkan kelompok spesialis diluar negeri dari pada dinegaranya sendiri, seperti meniru gaya punk, cara bergaul.
Berikut ini beberapa ciri yang menandakan semakin berkembangnya fenomena globalisasi di dunia.
       a.       Perubahan dalam konsep ruang dan waktu. Perkembangan barang-barang seperti telepon genggam, televisi satelit, dan internet menunjukkan bahwa komunikasi global terjadi demikian cepatnya, sementara melalui pergerakan massa semacam turisme memungkinkan kita merasakan banyak hal dari budaya yang berbeda.
       b.      Pasar dan produksi ekonomi di negara-negara yang berbeda menjadi saling bergantung sebagai akibat dari pertumbuhan perdagangan internasional, peningkatan pengaruh perusahaan multinasional, dan dominasi organisasi semacam World Trade Organization (WTO).
        c.       Peningkatan interaksi kultural melalui perkembangan media massa (terutama televisi, film, musik, dan transmisi berita dan olah raga internasional). saat ini, kita dapat mengonsumsi dan mengalami gagasan dan pengalaman baru mengenai hal-hal yang melintasi beraneka ragam budaya, misalnya dalam bidang fashion, literatur, dan makanan.
       d.      Meningkatnya masalah bersama, misalnya pada bidang lingkungan hidup, krisis multinasional, inflasi regional dan lain-lain.
Kennedy dan Cohen menyimpulkan bahwa transformasi ini telah membawa kita pada globalisme, sebuah kesadaran dan pemahaman baru bahwa dunia adalah satu. Giddens menegaskan bahwa kebanyakan dari kita sadar bahwa sebenarnya diri kita turut ambil bagian dalam sebuah dunia yang harus berubah tanpa terkendali yang ditandai dengan selera dan rasa ketertarikan akan hal sama, perubahan dan ketidakpastian, serta kenyataan yang mungkin terjadi. Sejalan dengan itu, Peter Drucker menyebutkan globalisasi sebagai zaman transformasi sosial.

  1. Tiori Globalisasi
 Didalam globalisasi ini Roy dan Awalgus menegaskan bahwa dalam kaitannya dengan globalisasi, terdapat tiga posisi teroritis yang dapat dilihat, yaitu:
     a.       Para globalis percaya bahwa globalisasi adalah sebuah kenyataan yang memiliki konsekuensi nyata terhadap bagaimana orang dan lembaga di seluruh dunia berjalan. Mereka percaya bahwa negara-negara dan kebudayaan lokal akan hilang diterpa kebudayaan dan ekonomi global yang homogen. meskipun demikian, para globalis tidak memiliki pendapat sama mengenai konsekuensi terhadap proses tersebut.
         Para globalis positif dan optimistis menanggapi dengan baik perkembangan semacam itu dan menyatakan bahwa globalisasi akan menghasilkan masyarakat dunia yang toleran dan bertanggung jawab.
·         Para globalis pesimis berpendapat bahwa globalisasi adalah sebuah fenomena negatif karena hal tersebut sebenarnya adalah bentuk penjajahan barat (terutama Amerika Serikat) yang memaksa sejumlah bentuk budaya dan konsumsi yang homogen dan terlihat sebagai sesuatu yang benar dipermukaan. Beberapa dari mereka kemudian membentuk kelompok untuk menentang globalisasi (antiglobalisasi).
      b.      Para tradisionalis tidak percaya bahwa globalisasi tengah terjadi. Mereka berpendapat bahwa fenomena ini adalah sebuah mitos semata atau, jika memang ada, terlalu dibesar-besarkan. Mereka merujuk bahwa kapitalisme telah menjadi sebuah fenomena internasional selama ratusan tahun. Apa yang tengah kita alami saat ini hanyalah merupakan tahap lanjutan, atau evolusi, dari produksi dan perdagangan kapital.
       c.       Para transformasionalis berada di antara para globalis dan tradisionalis. Mereka setuju bahwa pengaruh globalisasi telah sangat dilebih-lebihkan oleh para globalis. Namun, mereka juga berpendapat bahwa sangat bodoh jika kita menyangkal keberadaan konsep ini. Posisi teoritis ini berpendapat bahwa globalisasi seharusnya dipahami sebagai "seperangkat hubungan yang saling berkaitan dengan murni melalui sebuah kekuatan, yang sebagian besar tidak terjadi secara langsung". Mereka menyatakan bahwa proses ini bisa dibalik, terutama ketika hal tersebut negatif atau, setidaknya, dapat dikendalikan
  1. Macam-macam Gerakan Globalisasi
        a.       Gerakan pro-globalisasi
Pendukung globalisasi (sering juga disebut dengan pro-globalisasi) menganggap bahwa globalisasi dapat meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran ekonomi masyarakat dunia. Mereka berpijak pada teori keunggulan komparatif yang dicetuskan oleh David Ricardo. Teori ini menyatakan bahwa suatu negara dengan negara lain saling bergantung dan dapat saling menguntungkan satu sama lainnya, dan salah satu bentuknya adalah ketergantungan dalam bidang ekonomi. Kedua negara dapat melakukan transaksi pertukaran sesuai dengan keunggulan komparatif yang dimilikinya. Misalnya, Jepang memiliki keunggulan komparatif pada produk kamera digital (mampu mencetak lebih efesien dan bermutu tinggi) sementara Indonesia memiliki keunggulan komparatif pada produk kainnya. Dengan teori ini, Jepang dianjurkan untuk menghentikan produksi kainnya dan mengalihkan faktor-faktor produksinya untuk memaksimalkan produksi kamera digital, lalu menutupi kekurangan penawaran kain dengan membelinya dari Indonesia, begitu juga sebaliknya.

         b.      Gerakan Anti Globalisasi
Antiglobalisasi adalah suatu istilah yang umum digunakan untuk memaparkan sikap politis orang-orang dan kelompok yang menentang perjanjian dagang global dan lembaga-lembaga yang mengatur perdagangan antar negara seperti Organisasi Perdagangan Dunia (WTO). "Antiglobalisasi" dianggap oleh sebagian orang sebagai gerakan sosial, sementara yang lainnya menganggapnya sebagai istilah umum yang mencakup sejumlah gerakan sosial yang berbeda-beda. Apapun juga maksudnya, para peserta dipersatukan dalam perlawanan terhadap ekonomi dan sistem perdagangan global saat ini, yang menurut mereka mengikis lingkungan hidup, hak-hak buruh, kedaulatan nasional, dunia ketiga, dan banyak lagi penyebab-penyebab lainnya.

  1. Macam-Macam Globalisasi
1.      Glo              Globalisasi Perekonomian
Globalisasi perekonomian merupakan suatu proses kegiatan ekonomi dan perdagangan, dimana negara-negara di seluruh dunia menjadi satu kekuatan pasar yang semakin terintegrasi dengan tanpa rintangan batas teritorial negara. Globalisasi perekonomian mengharuskan penghapusan seluruh batasan dan hambatan terhadap arus modal, barang dan jasa.
Menurut Tanri Abeng, perwujudan nyata dari globalisasi ekonomi antara lain terjadi dalam bentuk-bentuk berikut:
a.                         Globalisasi Produksi
b.                        Globalisasi pembiayaan
c.                        Globalisasi tenaga kerja
d.                      Globalisasi jaringan informasi
e.                     Globalisasi  Perdagangan
Thompson mencatat bahwa kaum globalis mengklaim saat ini telah terjadi sebuah intensifikasi secara cepat dalam investasi dan perdagangan internasional. Misalnya, secara nyata perekonomian nasional telah menjadi bagian dari perekonomian global yang ditengarai dengan adanya kekuatan pasar dunia. Dibawah ini ada beberapa kebijakan dan keburukan  globalisasi ekonomi, diantaranya:
       a.       kebijakan globalisasi ekonomi
·         Produksi global dapat ditingkatkan
·                 Meningkatkan kemakmuran masyarakat dalam suatu Negara
·                 Meluaskan pasar untuk produk dalam negeri
·                 Dapat memperoleh lebih banyak modal dan teknologi yang lebih baik
·                Menyediakan dana tambahan untuk pembangunan ekonomi
      b.      keburukan globalisasi ekonomi
·                     Menghambat pertumbuhan sektor industri
·                     Memperburuk neraca pembayaran
·                     Sektor keuangan semakin tidak stabil
·                     memperburuk prospek pertumbuhan ekonomi jangka panjang
2.      Glo                 Globalisasi Kebudayaan
Globalisasi mempengaruhi hampir semua aspek yang ada di masyarakat, termasuk diantaranya aspek budaya. Kebudayaan dapat diartikan sebagai nilai-nilai (values) yang dianut oleh masyarakat ataupun persepsi yang dimiliki oleh warga masyarakat terhadap berbagai hal. Baik nilai-nilai maupun persepsi berkaitan dengan aspek-aspek kejiwaan/psikologis, yaitu apa yang terdapat dalam alam pikiran. Aspek-aspek kejiwaan ini menjadi penting artinya apabila disadari, bahwa tingkah laku seseorang sangat dipengaruhi oleh apa yang ada dalam alam pikiran orang yang bersangkutan. Sebagai salah satu hasil pemikiran dan penemuan seseorang adalah kesenian, yang merupakan subsistem dari kebudayaan.
Globalisasi sebagai sebuah gejala tersebarnya nilai-nilai dan budaya tertentu keseluruh dunia (sehingga menjadi budaya dunia atau world culture) telah terlihat semenjak lama. Cikal bakal dari persebaran budaya dunia ini dapat ditelusuri dari perjalanan para penjelajah Eropa Barat ke berbagai tempat di dunia ini ( Lucian W. Pye, 1966 ).
Namun, perkembangan globalisasi kebudayaan secara intensif terjadi pada awal ke-20 dengan berkembangnya teknologi komunikasi. Kontak melalui media menggantikan kontak fisik sebagai sarana utama komunikasi antarbangsa. Perubahan tersebut menjadikan komunikasi antarbangsa lebih mudah dilakukan, hal ini menyebabkan semakin cepatnya perkembangan globalisasi kebudayaan.
                   a.      Ciri berkembangnya globalisasi kebudayaan
·         Berkembangnya pertukaran kebudayaan internasional.
·         Penyebaran prinsip multikebudayaan (multiculturalism), dan kemudahan akses suatu individu terhadap kebudayaan lain di luar kebudayaannya.
·         Berkembangnya turisme dan pariwisata.
·         Semakin banyaknya imigrasi dari suatu negara ke negara lain.
·         Berkembangnya mode yang berskala global, seperti pakaian, film dan lain lain.
·         Bertambah banyaknya event-event berskala global, seperti Piala Dunia
  
Dampak Globalisasi
Globalisasi telah menimbulkan dampak yang begitu besar dalam dimensi kehidupan manusia, karena globalisasi merupakan proses internasionalisasi seluruh tatanan masyarakan modern.
Sehingga terjadi dampak yang beragam terutama pada aspek sosial dampak positif nya kemajuan teknologi komunikasi dan informasi mempermudah manusia dalam berinteraksi dengan manusia lainnya.
Sedangkan dampak negatifnya, banyaknya nilai dan budaya masyarakat yang mengalami perubahan dengan cara meniru atau menerapkannya secara selektif, salah satu contoh dengan hadirnya modernisasi disegala bidang kehidupan, terjadi perubahan ciri kehidupan masyarakat desa yang tadinya syarat dengan nilai-nilai gotong royong menjadi individual. Selain itu juga timbulnya sifat ingin serba mudah dan gampang (instant) pada diri seseorang. Pada sebagian masyarakat, juga sudah banyak yang mengikuti nilai-nilai budaya luar yang dapat terjadi dehumanisasi yaitu derajat manusia nantinya tidak dihargai karena lebih banyak menggunakan mesin-mesin berteknologi tinggi.
 
BAB III
KESIMPULAN

1.    Globalisasi  merupakan suatu proses yang mencakup keseluruhan dalam berbagai bidang kehidupan sehingga tidak tampak lagi adanya batas-batas yang mengikat secara nyata, sehingga sulit untuk disaring atau dikontrol.
2.      Bahwa proses terjadinya globalisasi dalam aspek sosial terjadi dengan cara melalui media televise baik secara langsung maupun tidak langsung, serta melalui interaksi yang terjadi dimasyarakat.
3.      Bahwa dampak yang ditimbulkan era globalisasi pada aspek sosial yaitu terjadi perubahan ciri kehidupan masyarakat desa yang tadinya syarat dengan nilai-nilai gotong royong menjadi individual, serta sifat ingin selalu instant pada diri seseorang.
4.    Bahwa penanggulangan pada dampak era globalisasi pada aspek sosial diantaranya diadakannya pembangunan kualitas manusia, pemberian life skill, memberikan sikap hidup yang global dan menumbuhkan wawasan, identitas rasional serta menciptakan pemerintahan yang transparan dan demokratis.
 

DAFTAR PUSTAKA

ROY-SYAFFER.BLOGSPOT.COM
ROYSYAFFER96.BLOGSPOT.COM
Awalgus Situmorang, Sumatera Utara, 08 April 2012